Get Adobe Flash player
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2
mod_vvisit_counterYesterday50
mod_vvisit_counterThis week105
mod_vvisit_counterLast week317
mod_vvisit_counterThis month1242
mod_vvisit_counterLast month1619
mod_vvisit_counterAll days143703

Online (20 minutes ago): 1
Your IP: 54.81.59.211
,
Today: Sep 26, 2017
Page Rank

postheadericon Restoran Sedap Alami

Berawal dari ajakan bos untuk makan siang ditempat ini, akhirnya aku kembali lagi. Kalau pertama ke sini beramai – ramai, kali ini aku datang sendiri. Menempati sebuah bangunan di pojok, sepintas rumah makan ini tak kelihatan aktivitasnya, tetapi begitu menaiki tangga menuju lantai dua, beberapa meja berjajar dan di sebelah kanan dan kiri nampaklah aktivitas masak memasak.

Nama restoran ini adalah Sedap Alami, berada di Jalan Bendungan Hilir Raya No. 41, hanya terpaut beberapa rumah dari Pizza Hut. Aku tertarik untuk kembali makan disini karena semua sayur mayurnya berasal dari kebun sendiri dengan embel – embel organik.

Dari hasil ngobrol dengan pramusaji di resto ini, minyak goreng yang di gunakan juga memakai minyak sayur / jagung. Wow, semua serba organik, kecuali beberapa item bahan yang non organic seperti telor dan tempe. Tetapi untuk di restoran yang sama di kawasan Taman Permata Buana, telornya pun juga dari ayam kampung. Dan dari keterangan yang aku dapat, untuk ikan air tawarnya juga dari kolam sendiri.

Siang itu aku pesan nasi hitam dengan telor, jamur dan kering tempe. Sayang sekali sawi asin yang aku suka tidak tersedia alias habis. Sawi asin nya enak dan tentu saja hasil olahan kebun organik. Ini adalah pertama kali aku makan nasi hitam, dan ternyata rasanya enakkkkkk sekali. Rasa jamurnya juga sedap.

Untuk gorengan aku memesan kulit pangsit yang biasanya disandingkan dengan mie sawi. Disini tersedia pilihan mie ada yang dari wortel dan juga tentu saja mie hijau yang berasal dari sawi. Untuk rasa? Hmmm bos suka sekali. Kembali ke pangsit, rasanya enak, renyah dan tidak berminyak

Sementara untuk minuman, kolaborasi antara cincau hijau dan lidah buaya menyempurnakan makan siang organic kali ini. Kembali, ini adalah pertama kali aku menikmati lidah buaya dan rasanya enakkkkk sekali. Rasa dari cincau hijau nya juga segar.

Sayang sekali aku lupa menanyakan apakah nasi hitamnya berasal dari padi organik atau tidak, kalau ada yang berminat kesana mungkin boleh ditanyakan. Mudah – mudahan banyak yang mengikuti jejak rumah makan ini untuk menggunakan sayuran organik.

Seandainya di kebunnya yang menurut informasi berluas 5 hektar ini di buat rumah makan sambil berwisata disana… hmmmm bisa dijadikan referensi sebagai tempat wisata dan belajar berkebun organik.

Plux - Jakarta
© 2009 Kompas