Get Adobe Flash player
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday35
mod_vvisit_counterYesterday42
mod_vvisit_counterThis week298
mod_vvisit_counterLast week337
mod_vvisit_counterThis month1174
mod_vvisit_counterLast month1541
mod_vvisit_counterAll days146663

Online (20 minutes ago): 2
Your IP: 54.224.187.45
,
Today: Nov 25, 2017
Page Rank

postheadericon Pentingnya Makanan Organik Bagi Anak-anak

Organ, otak, sistem kekebalan tubuh dan mekanisme detoksifikasi anak-anak belum matang dan masih berkembang. Perpaduan antara kondisi ini dengan besarnya persentase konsumsi makanan per kilogram berat badan mereka, menjadikan anak-anak lebih rentan terhadap racun yang ada, dibandingkan dengan orang dewasa.

Anak-anak balita yang banyak mengkonsumsi makanan organik dinyatakan memiliki residu pestisida kurang dari 1/6 dalam urin mereka, dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi makanan non-organik.

 

Karya tulis Elizabeth Gillette di jurnal Environmental Health Perspectives yang dijadikan acuan oleh banyak pihak, menunjukkan bagaimana gabungan antara paparan pestisida (walaupun sedikit) pada lingkungan, rumah tangga dan makanan mengakibatkan perlambatan perkembangan pada anak-anak. Gillette membandingkan anak-anak di dua desa yang terisolir di Meksiko, dimana satu desa secara rutin menggunakan pestisida, dan yang satunya tidak. Semua faktor lain sama – faktor genetik, pola makan, gaya hidup, iklim, budaya, dlsb. Penelitian mendapati adanya perbedaan yang berarti di antara kedua kelompok anak di kedua desa dalam hal kecakapan mental dan motorik (anak-anak yang terpapar pestisida memiliki tingkat kecakapan yang rendah, dengan perilaku agresif yang tinggi).

Di banyak negara Barat, anak-anak dan orang dewasa sama-sama terpapar pestisida. Suatu studi pada Air Susu Ibu di tahun 1995 menemukan bahwa bayi-bayi di Australia terpapar pestisida pada tingkat di atas batas maksimum. Di Kanada, ditemukan adanya korelasi langsung antara kontaminasi pestisida pada ASI yang meningkatkan risiko otitis pada bayi.

Sumber: www.grinningplanet.com